Friday, November 20, 2015

Filled Under:

'Fenomena Lubang Kiamat' Terjadi Di Rusia.. Para Saintis Menggelabah.. Mashallah

Dunia kembali dikejutkan dengan penemuan kawah berukuran cukup besar di Siberia, Rusia. Ilmuwan yang menemukan fenomena ini pun dibuat cukup khawatir, karena sebelumnya telah ditemukan juga hal yang serupa dengan lubang yang dianggap sebagai 'lubang kiamat' tersebut. Sampai saat ini ada tujuh 'lubang kiamat' yang telah ditemukan.

Vasily Bogoyavlensky selaku wakil direktur Oil and Gas Research mengatakan, sedikitnya memang sudah ada tujuh kawah misterius yang berhasil terlihat oleh mereka. Ditambahkannya lagi, lima diantara temuannya ditemukan di wilayah Siberia. Dari hasil tangkapan foto satelit, terungkap bahwa dalam kawah misterius tersebut terdapat sebuah kawah bayi di dalamnya.

'Lubang Kiamat' Kembali Ditemukan di Siberia, Ilmuwan Khawatir

Ia (Vasily) berkata "Saya membandingkan temuan ini mirip seperti jamur. Saat anda menemukan sebuah jamur, sudah pasti akan ada jamur-jamur lain disekitarnya". Ia juga memprediksikan masih ada 20-30 kawah lainnya di wilayah ini.

Saat kabar tersebut diberitakan Vasily langsung mendesak para ilmuwan dan peneliti untuk bekerjasama mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti halnya bencana atau dampak buruk akibat fenomena ini. Dampak buruk yang mereka takuti tentu saja berkaitan dengan infrastruktur minyak di wilayah tersebut.

Emisi gas yang berkaitan dengan perubahan iklim dunia saat ini diduga sebagai penyebab utama kemunculan fenomena kawah 'lubang kiamat' tersebut.

“Untuk saat ini penting untuk melakukan penelitian mendalam untuk mencari tahu penyebab yang sebenarnya terjadi dari kemunculan kawah tersebut. Kita juga mesti mempelajari secara mendalam faktor apa yang membuat adanya kawah-kawah baru yang bermunculan disana dan apakah akan ada kawah 'lubang kiamat' lain yang muncul lagi nantinya". Tambahnya. 

Semoga fenomena ini bisa segera terpecahkan oleh para ilmuwan yang ada. Sebab kita tidak pernah tahu rahasia yang ada dibalik bumi ini. 




0 comments:

Post a Comment